Rabu, 09 Mei 2012

72% Hilang?

Sekitar 72%, ada yang tahu presentase apakah itu?
Tidak ada yang bisa menebak rupanya. Sekitar 72 % adalah presentasi luas hutan di Indonesia yang telah hilang. Jika menurut perhitungan Bank Dunia pada tahun 2011 luas hutan di Indonesia mencapai 944.320,00 km 2  , coba hitung berapa luas hutan yang telah secara langsung maupun tidak langsung kita hilangkan. Padahal setiap orang du seluruh dunia setidaknya menegakkan 20 pohon dewasa.
Sungguh menghawatirkan, pantas saja cuaca akhir-akhir ini lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 ± 0,18 oC selama seratus tahun terakhir.
Inilah tugas kita. Menjaga bumi kita, Indonesia tercinta. Siapa yang mau? Angkat tangan! Tidak ada orang lain yang akan merawat tanah air tercinta kita selain kita sendiri. Nggak usah muluk-muluk, yang paling kecil yang kapan pun dan dimana pun kita bisa lakukan, yaitu jari-jari cantik yang kalian miliki itu biasakan untuk tidak sembarangan memetik daun. Jika setiap helai daun dapat menghasilkan 10 m3 oksigen, bayangkan jika ada 100 orang yang memetik masing-masing satu helai, berapa oksigen yang kita hilangkan?
SAVE OUR EARTH!!

IQ, EQ, SQ… PILIH YANG MANA?

Sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, IQ atau Intelegencial Quoetion dijadikan tolak ukur kesuksesan. Akademis dijadikan standard untuk menilai cerdas tidaknya seseorang. Sehingga muncul paradigma yang keliru dimana ukuran akademis dan IQ ditempatkan menjadi kecerdasan. Padahal, IQ adalah bagian kecil dari kecerdasan itu sendiri.
            Dewasa ini, pengertian tentang kecerdasan menjadi bermacam-macam. Para ahli membagi-bagi kecerdasan seperti cerdas musical, kinestetis, matematis, intrapersonal, interpersonal dll. Kemudian muncul bentuk kecerdasan baru yaitu EQ ( Emotional Qouetion ) dan SQ ( Spiritual Quoetion ). EQ adalah kemampuan seseorang untuk berlaku secara cerdas menggunakan emosi dan perasaannya dalam memberikan respon terhadap suatu masalah sementara SQ adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan suatu kejadian atau subjek dengan area yang lebih luas, seseorang yang memiliki SQ tinggi mampu melihat sesuatu menjadi lebih bermakna dan mengambil value yang penting untuk perkembangan lebih lanjut.( Tips Cerdas Emosi dan Spiritual Islami, Purnomo Singgit ) Sehingga SQ digadang-gadang menjadi kecerdasan tertinggi mengingat fungsinya yang mampu memfungsikan kedua kecerdasan yang lain yaitu IQ dan EQ.
            Dengan demikian, tidaklah bijak kiranya kita menempatkan dan mendewakan IQ sebagai satu-satunya kecerdasan dalam diri manusia. Tidaklah bijak kita mengambil IQ menjadi satu-satunya kecerdasan yang dikembangkan. Penelitian membuktikan IQ hanya menentukan 20 % keberhasilan atau kesuksesan seseorang 80 % sisanya ditentukan oleh EQ. Bahkan hanya 10 % dari IQ dan 90 % EQ dan SQ-lah yang menentukan kesuksesan seseorang. Kecerdasan emosi mampu membuat seseorang menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.
            Telah banyak kasus yang mengemuka di negeri ini oleh karena ulah pihak-pihak yang disebut kaum Intelek yang menggunakan IQ-nya sebagai lahan untuk memperkaya diri dengan korup, dan manipulasi data yang merugikan negara. Disinilah pentingnya kecerdasan emosi dan spiritual yang menjadi kendali terhadap masing-masing pribadi. Namun, perlu diingat pula bahwa ketiga bentuk kecerdasan ini harus seimbang. Janganlah memilih menjadi pandai dengan mendewakan IQ namun jadilah bijaksana dengan menggunakan ketiga bentuk kecerdasan yang ada. Seseorang yang pandai belum tentu bijak. Namun seseorang yang bijak mampu menggunakan kepandaiannya serta mampu memandang sesuatu dari segala aspek yang memungkinkan untuk diadakan perubahan kearah maju. Menurut penelitian yang lain dikatakan bahwa kecerdasan emosipun tidak bisa muncul dalam ketiadaan intelektual.
            Perlu digarisbawahi bahwasanya IQ bukanlah intelektual itu sendiri. Seseorang yang memiliki intelektual yang tinggi akan terus berusaha mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritualnya. Intelektual adalah mampu menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ dalam dirinya sehingga terjadi senergi yang berkesinambungan.Untuk menjadi bijak seseorang tidak bisa memilih IQ, EQ, ataupun SQ melainkan ketiga-tiganya. Dengan begitu, manusia-manusia bijak akan banyak bermunculan.( D.O.E)

Sabtu, 05 Mei 2012

Apa Itu KIR ?

KIR ( Karya Ilmiah Remaja ) merupakan salah satu extrakurikuler di SMA kita tercinta yaitu SMA Negeri 1 Purworejo. KIR merupakan wadah bagi siswa yang berminat dalam bidang penelitian, penelitian itu bisa dalam bab IPA maupun IPS, di bab IPS ada salah satu cabangnya yaitu Humaniora, di bidang ini kita bisa meneliti dampak dari suatu hal terhadap pola perilaku masyarakat akibat dari hal tersebut. Sedangkan di bidang IPA ada cabang Fisika, Kimia dan Biologi. Di bidang Fisika kita dapat meneliti tentang suatu peristiwa alam seperti gerak, terjadinya suatu hal dll. Di bidang Biologi, kita dapat meneliti tentang mahluk hidup dan pola perilakunya, sedangkan di bidang Kimia kita akan meneliti tentang dampak suatu zat kimia terhadap lingkungan. Untuk menjadi anggota tak ada syarat khususnya, yang dibutuhkan adalah kemauman untuk belajar dan mau berusaha untuk meuliskan ide-ide yang ada agar dapat menghasilkan suatu karya tulis yang bermanfaat. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari mengikuti kegiatan ini diantaranya menambah teman, menjalin silaturahmi dengan sesama warga SMA Negeri 1 Purworejo,mengembangkan hobi menulis, dan dapat berkonsultasi langsung dengan guru pembimbing dalam pembuatan suatu karya ilmiah. Nah, baru dengar sedikit dari banyak manfaat yang dapat kita peroleh saja, pasti sudah membuat anda tertarik kan ? Untuk mengetahui apa itu KIR dan bagaimana seluk-beluknya, Anda sekalian dapat mengikuti salah satu ekstrakurikuler unggulan ini. Ditunggu ya!